Di sepanjang musim lalu, Philippe Coutinho masih belum bisa memberikan kontribusi yang diharapkan dalam skuad Barcelona. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang mendesak Blaugrana untuk menjual sang pemain pada musim panas.

Barcelona mendatangkan Coutinho dari Liverpool di bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 dengan harga 105 juta poundsterling atau Rp 1,9 triliun. Kedatangan Coutinho kala itu untuk menggantikan Neymar yang dilepas ke Paris Saint-Germain.

Namun demikian, kontribusi yang bisa diberikan oleh Coutinho ternyata sangat jauh dari apa yang diharapkan. Dua musim berkostum Barcelona, Coutinho baru tampil dalam 75 pertandingan dan mencetak 21 gol.

Dengan torehan itu, banyak pihak yang menyarankan Barcelona untuk segera menjual Coutinho. Selain itu, beban gaji Coutinho yang harus ditanggung oleh pihak klub juga terhitung tinggi, sekitar 220 ribu poundsterling per pekan.

Terlepas dari desakan itu, Barcelona bukannya tak punya alasan untuk tetap mempertahankan Coutinho. Beriku ini akan diulas tiga alasan agar Barcelona tidak menjual Coutinho di bursa transfer musim panas ini.

Hanya Ada Sedikit Opsi
Dengan melepas Coutinho, Barcelona berarti harus mencari pengganti yang lebih baik. Sayangnya, hanya ada sedikit stok pemain yang levelnya seperti Coutinho. Alih-alih mendapat kualitas sepadan, Barcelona bukan tidak mungkin malah buang-buang uang dengan membeli pemain lain.

Masih Ada Harapan
Coutinho baru dua musim membela panji Barcelona. Di dua musim itu, dia memang gagal tampil sesuai yang diharapkan publik Catalan. Akan tetapi, Coutinho layak diberi kesempatan untuk membuktikan diri di Barcelona. Pasalnya, ia sempat mengalami cedera cukup lama di musim lalu.

Bisa Rugi Besar
Barcelona juga harus memperhatikan faktor finansial jika berniat menjual Coutinho. Pasalnya, harga transfer mantan pemain Inter Milan tersebut diprediksi akan merosot. Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga Coutinho turun. Namun faktor paling penting adalah penampilan Coutinho yang angin-anginan.

seo

seo

Leave a Reply